Air Terjun Tanah Merah Samarinda
Terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri – Sungai Siring. Untuk saat ini tempat wisata ini kurang mendapat perhatian akibatnya mutu pelayanan jadi berkurang sehingga perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan tempat ini.

Kebun Raya Unmul Samarinda
Kebun Raya Unmul – Samarinda atau yang lebih lazim disebut KRUS ini merupakan salah satu diantara beberapa tempat wisata yang ada di kota Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Letaknya di sebelah utara kota Samarinda, sekitar 10 kilometer atau 15 menit perjalanan dengan kendaraan dari pusat kota.

Untuk diketahui areal KRUS ini dulunya adalah areal HPH milik sebuah perusahaan, namun pada tahun 1974 perusahaan tersebut menyerahkan kawasan seluas 300 Ha kepada Rektor Universitas Mulawarman untuk dikelola menjadi hutan konservasi atau kebun raya yang kemudian juga diperkuat oleh Gubernur dan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur. Pada tahun 1997 Walikota Samarinda juga kembali memperkuat agar kawasan ini dijadikan hutan pendidikan Universitas Mulawarman.
Sejak dikelola oleh Unmul maka kawasan KRUS ini menjadi kawasan riset dan tempat berkumpul civitas akademika Fakultas Kehutanan Unmul, tak sedikit pula masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri melakukan aktifitas riset di wilayah ini.
Pada tahun 2001 pihak Pemerintah kota Samarinda dan pihak Universitas Mulawarman kembali mengadakan penandatanganan MoU, kedua belah pihak sepakat untuk menjadikan sebagian wilayah KRUS sekitar 62 Ha untuk dikelola sebagai kawasan wisata.
Saat ini pengelola terus berusaha membenahi KRUS agar semakin menarik bagi pengunjung.
Di KRUS untuk saat ini terdapat kebun binatang mini, disebut mini karena memang binatangnya masih dalam jumlah terbatas dan dipelihara di dalam kurungan yang berukuran tidak terlalu besar, ada orang utan dan beruang madu yang merupakan binatang khas pulau Kalimantan, kemudian ada rusa sambar, buaya muara, monyet dan lain-lain.
Selain itu di sini juga terdapat danau yang cukup luas, bagi yang ingin berkeliling-keliling danau bisa menyewa sepeda air untuk digunakan bersama keluarga atau teman.
Kalau masih belum puas berkeliling-keliling danau, menyewa andong dan mengitari tempat wisata ini bisa menjadi salah satu pilihan. Setelah lelah berkeliling-keliling kita bisa beristirahat di warung-warung yang tersebar di area ini atau bisa duduk-duduk santai di gazebo yang ada di berbagai sudut sambil menikmati suasana.
Di sini juga terdapat Museum Kayu, kita bisa menambah wawasan tentang jenis-jenis kayu yang terdapat di Kalimantan Timur mulai dari kayu yang komersil sampai kayu yang kurang komersil.
Semoga saja Pemerintah Kota Samarinda akan terus membenahi tempat wisata yang satu ini, bisa juga bekerjasama dengan pihak swasta yang berkompeten dalam mengembangkannya, sehingga akan semakin banyak lagi wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Kebun Raya Unmul – Samarinda.
Masjid Islamic Centre
Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.
Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman[1].
Penangkaran Buaya Makroman
Penangkaran Budaya Makroman Lokasi wisata initerletak di desa Pulau Atas, kecamatan Palaran dengan jarak lebih kurang 6 km dari Samarinda. Disini Anda akan bisa melihat lebih dekat beragam jenis buaya yang dipelihara yaitu Buaya muara atau buaya bekatak, Buaya Siam, serta Buaya Senyulong. Disini juga telah dilengkapi sarana dan prasarana wisata.
1. Jenis Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang pada umumnya hidup di sungai-sungai dan di daerah muara laut. Buaya ini memiliki moncong yang cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Panjang tubuh sampai ekor mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.
2. Buaya Muara adalah buaya terbesar di dunia, jauh melebihi Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Buaya muara memiliki wilayah ekosistem mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu). Sedangkan habitat favoritnya adalah di perairan Indonesia dan Australia.
3. Buaya Siam (Crocodylus siamensis) adalah sejenis buaya Crocodylidae. Yang menyebar di Indonesia (Jawa dan Kalimantan Timur), Malaysia (Sabah dan Serawak), Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Disebut buaya Siam karena spesimen tipe jenis ini dideskripsi berasal dari Siam (nama lama Thailand). Ukuran maksimal buaya ini mencapai 4 meter. Secara umum, panjangnya sekitar 2 hingga 3 meter.
4. Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) termasuk dalam keluarga Gavialidae. Nama lain buaya ini adalahjolong-jolong, sampit, atau kanulong. Moncong senyulong memang pipih dan tajam. Dan panjangnya mencapai 6 meter.